Jumat Pagi called it wisey friday

Hari jumat yang penuh keceriaan ini (efek membayangkan weekend) diawali pagi yang terkejut dengan pemberitahuan “AIR HABIS” ooooooohmaaaigatttt! Gimana aku mau apel kalo belum mandi dan air habis….
Di mes kami tercinta ini punya 2 kamar mandi, letaknya di ujung kiri dan ujung kanan. Udah ada kebiasaan sih siapa yg mandi di kiri atopun di kanan.
Nah, aku yang biasanya mandi di kanan karna panik dengan seruan itu ( –“) langsunglah ke kamar mandi kiri daaaaaann…woaaah AIR TERISI PENUH! Bagaikan melihat harta yang bejiiiibun, heheehe
Tanpa pikir panjang..aku pun masuk ke kamar mandi kiri dan berbasah2. Standar sih aku mandinya jam 5.30..dan makhluk2 yang kebiasaan mandi di kiri belum ada yang beranjak…. Saat berasoy ria di kamar mandi, ada yang manggil2 bukan dengan namaku, junior aku…jadi gampanglah. Gangguan selanjutnya nih yang rada risih;
“cepat ris” kata sumber suara yang aku sadari bahwa dia adalah penunggu kamar mandi kiri, hiiiii seram bangetkan?? Belakangan aku tau dia di atas aku yg punya agak panjang kisah hidup mengerikan dengan dia (ga usah kepo, panjaaaang banget ceritanya bakal menguras tenaga kalian juga :p)
“meta ka…” itu bahasa saat sikat gigi yang artinya “bentar ka..”
Ok aman, 15 detik kemudian diganggu lagi….aku bilang dong aku lagi mandi dan baru baru
“kami juga mau mandi, kamar mandimu kan yang sana ngapain disini”
Baaahhh…ngajak ribut nih! Fine.
“memangnya ini kamar mandi siapa? Kan kamar mandi mes, santai..lagian aku masuk karna ga ada orang yg mau mandi”
“kau kan disana bukan disini, blablablaaaaaaaaaaaaaaaa…” ntah apa yg dia bilang ga ngerti bahasanya
“memanngnya kau aja yg mau apel, aku juga mau pkm” pkm itu istilah utk kegiatan pagi kami.
“kami apelnya jam 6.30 ka…lagian paling ka pkm nya jam 7, santai ajalah” dengan nada yg rileks aku jawab
“blablaaaa…gila kau” waduhhhh apa ini???
“kau yang gila” dong!! Ngata2in orang, beneran ngajakin berantem nihh…
“kau blablaaablaa….” ntah apalagi kata dia, lupa barbie
“bawa berdoa aja ka biar tenang masih pagi juga” itulah tanggapannn pamungkasku untuk dia. Dan selanjuttttnya ntah apa lagi.
Dan setelah aku evaluasi, cukup tepat tanggapan2ku utk dia. Ga terpancing tetapi ngena.
Setelah itu aku tetap merasa ada salah dan harus minta ampun dan juga mengampuninya walaupun masih teringat2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s