Menepi sejenak

Menepi dari kewajaran kita, meninggalkan kebiasaan

menghirup udara dengan egois untuk lebih merasakannya

Memang menjadi lebih sepi tetapi lapang

Denganmu pun, aku masih dan tetap merasakan keraguan

apakah kamu mampu melindungiku? meneduhkanku? membuatku dicintai?

Benar memang kamu tanggung jawab

tetapi keberadaanku seakan bening untukmu

bahkan kamu tidak memandangku

seakan aku tidak ada, seakan aku hanya formalitas kamu saja

Aku tidak sanggup membayangkan lebih jauh jika kita sehidup semati

akan menjadi seperti keberadaanku untukmu?

mungkin nanti aku akan menjadi rongsokan, kesiasiaan saja untukmu

aku takut memikirkan itu, aku lebih baik berlari saja sendiri

kamu mau tahu apa yang kuinginkan?

aku ingin menjadi puisi yang kamu buat

aku ingin kamu merasakan keberadaanku senantiasa walau tidak sering

aku ingin kamu membentukku mnenjadi orang yang tergantung dengan sikapmu

aku ingiĀ  mendengarkan puisi pusi untukku walau hanya senyuman saja

itu yang akan membuat aku tidak ragu bersamamu selamanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s