Dia hanya sedang sakit

Dia sudah jatuh dan sendiri

Dia sudah tidak dicintai

Dia sudah ditinggalkan

Dia sudah banyak menghabiskan air mata

Dia sudah patah dan hancur

DIa sudah ketakutan

Dia sudah seperti mati

Dia sangat kecewa

Dia putus asa

Dia marah pada Tuhan

 

Semua memalingkan wajah darinya

menertawakannya, mengejek lalu menginjaknya

 

Lalu dia belum juga menyerah dan kembali menangis

Menangisi kehilangan

Setiap matanya tertutup, selalu air mata yang menyambut

 

Kapan dia bisa melangkah, dia tidak sanggup juga membayangkannya

Dunianya berhenti berputar

Tidak ada gairah untuk bergravitasi, layu.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s