TIPS CURHAT

Nangis, lega sih. Sendirian nangisnya ya bikin ga lega, ga ada tumpangan buat nyandar trus ga ada juga yang puk-puk in. Pada akhirnya lega nya ga lega lega total lah masih ada yang sisa.

Begitulah resikonya kalo bungkusnya lengket terus, ga mau dilepas-lepas. Ga mau nunjukin isinya ke orang-orang. Iya, kurang percayaan sama orang. Bisa dikarenakan trauma atau penilaian personal.

Sebenarnya, salah memang kalau begitu. Ya paling tidak carilah satu orang buat nyandar kamu, selain keluarga dan pasangan. Satu orang cukup ga ya? Sesuka aja sih, yang penting tempat buat nyandar itu OK punya.

Aku lah begitu manusianya, ga suka cerita apa2 ke orang lain, paling ke keluarga dan pasangan (dulu, sekarang jomblo lol). Kenanya kalau curhat ke keluarga itu, penilaian mereka ga objektif. Mereka pastinya ada sisi kamu, ga netral. Jadi kurang oke buat sharing. Itu pengalaman dan masukan. Jadi sebaiknya curhat ke keluarga kalo bisa ditahan dan kalau kepaksa juga ya disaringlah.

Beda lagi kalau ke pasangan. Biasanya dialah alasan kita curhat. Pasti asik sih, tapi terbatas.

Kamu harus cerita ke orang yang dekat sama kamu baik jarak maupun emosional. Kenapa jarak dan emosional? Jarak, dia bisa datang dan didatangi dengan cepat, dia juga pasti ngerti orang2 yang disekitar kamu. Emosional, dia bisa tau bersikap dan ngatasi kamu.

Gitu aja, simpel ya?

Hahahaaa…..nyengir aku bacanya. Sok. Padahal aku belum dapet yang kayak gitu.

Batheway, itu pelajaran buat aku memang. Biar ga mendam dan lebih lega lahir batin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s