Bagaimana menjadi Bejana?

Ketika badai datang menerpaku, aku terhepas. Aku terjatuh tak berdaya, kakiku sakit seakan lumpuh. Nafasku juga sulit kuhembuskan. Tidak ada yang bisa aku lakukan, karena aku kalah dengan badai yang terasa keras. Susah untuk hidup rasanya, aku tidak punya apa-apa lagi.

Iya, aku seperti orang yang tidak bernyawa. Aku tidak tahu caranya bangkit. Badai seakan tidak akan berhenti mengelilingiku. Bagaimana lagi aku? Ini sudah akhir hidup.

Aku tidak percaya Dia, aku menyalahkanNya. Dia tidak mendengarkanku, Dia mengecewakanku. Dia berlalu dari setiap mohonku. Aku ditinggalkanNya. Aku tidak menginginkanNya. Selama ini untuk apa aku berseru, untuk apa aku memujiMu? Jika badai yang Kau berikan, jika Kau tidak memandangku.

Aku memegang kepercayaanku, aku menyatakan bahwa aku berjalan sendiri. Aku lalu meninggalkanMu.

Setelah lama, aku berdiam

Aku tak berhenti menyalahkanMu, aku berontak.

Aku menangisi masa laluku.

Aku kembali berdiam. Kau hadir, Kau memelukku dengan kata-kataMu. Kau jelaskan semuanya. Kau katakan, “jalan yang kau ambil salah, mari raih tanganKu. Aku sudah lama mengulurkan tanganKu, menantikan tanganmu percaya untuk Kubawa dalam jalanKu.”

Aku tersungkur Tuhan, aku yang tidak percaya dengan kuasaMu..aku yang hanya menganggap semua harus terjadi seturut mauku. Dengan rutinitas yang telah aku berikan padaMu, aku anggap semuanya  itu cukup. Engkau menegurku, dengan hasil yang aku petik. Iya, karena bukan dengan segenap hatiku dan jiwaku aku datang padaMu. Semuanya hanya supaya aku terlihat saja padaMu.

Pikiran dan kehendakku bukan milikku.  Ini badai yang harus aku hadapi, denganMu yang setia menungguku.

Inilah proses yang Kau berikan. Akulah bejana yang sedang Kau bentuk. “Tidak apa, Engkau memang harus melalui semua ini. Dan aku tidak pernah sekalipun melupakanmu.”

Aku merindukan berdiam di hadiratMU, merasakan kemuliaanMu merasuk dalam jiwaku. Aku percaya dengan janjiMu. Engkau kekuatanku, aku bisa tenang dalamMu. Aku telah salah dan aku tidak akan melepaskanMu.

Harapanku hanya di dalamMu, pakai aku dan jadkanku bejanaMu untuk memuliakanMu.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s